Jumat, 06 Desember 2013
9 Wasiat Rasul
Abu Darda' berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan sembilan perkara kepadaku yaitu:
1- Janganlah engkau mempersekutukan Allah meskipun lehermu akan dipenggal atau dirimu akan dibakar.
2- Jangan sekali-kali meninggalkan shalat wajib dengan sengaja, (karena) barangsiapa yang melakukannya dengan sengaja, niscaya jaminan Allah akan terlepas darinya.
3- Jangan meminum minuman keras, karena itu adalah kunci segala kejelekan.
4- Dan taatilah kedua orang tuamu, apabila mereka menyuruhmu untuk menyerahkan seluruh harta yang engkau miliki maka serahkanlah hartamu kepada keduanya.
5- Janganlah menentang pemimpin walaupun engkau tahu bahwa engkaulah yang benar.
6- Jangan lari dari medan pertempuran, meskipun engkau akan terbunuh dan teman-temanmu melarikan diri.
7- Infakkanlah sebagian harta yang engkau miliki kepada keluargamu.
8- Jangan lalai mengawasi keluargamu (dalam mendidik mereka)
9- Dan ajarkanlah kepada mereka untuk bertakwa kepada Allah.”
(HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 18. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Al Irwa’ 2026, disebutkan dalam Ibnu Majah no. 4034)
Sumber: FP Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat
Label:
Kajian Hadits
Bagimu agamamu dan bagiku agamaku
toleransi dalam Islam itu "bagimu agamamu dan bagiku agamaku" | bukan dengan mengikuti bahkan meramaikan hari ibadah agama lain
jangan atas nama toleransi malah menggadaikan keyakinan sendiri | membuat aturan yang tak pernah Rasulullah lakukan
alasannya toleransi lantas menggabungkan diri dalam ibadah agama lain | sementara agamanya sendiri malas dan enggan dipelajari
menghormati pemeluk agama lain bukan dengan menggadaikan agama sendiri | banyak cara yang bisa digunakan untuk menghormati mereka
Muslim itu harus punya prinsip dan prinsipnya harus diketahui orang | bila tidak kita akan terus-terusan punya rasa "nggak enak"
"kan nggak enak kalo nggak ngucapin selamat natal" | "kan nggak enak nggak dateng nikahan dia di gereja" | itulah nggak berprinsip =_=
"nggak enak nolak bos suruh pake topi sinterklas" | mereka aja ragu-ragu sinterklas ada, malah kita ikut-ikutan takhayul
jelaskan secara sopan dan lembut prinsip kita | baik itu pada orang Muslim atau non-Muslim | insyaAllah mereka akan memahami
bila diajak mengikuti ibadah agama lain sampaikan dengan baik-baik bahwa itu bukan cara kita | dan sampaikan apresiasi lain kepadanya
"gue kawin besok bro, di gereja, dateng ya" | o.. sori bro, kalo itu gue nggak bisa, maaf ya bro! | besoknya anterin dah kado kerumahnya
"karyawan semua bapak undang ke pesta natal besok di kantor ya!" | wah, maaf pak, saya nggak ikut rayain natal, saya izin ya pak | beres
semakin kita takut dan khawatir nyatain prinsip agama kita | semakin kita nggak nyaman dan "nggak enakan" | akhirnya kita juga jadi korban
sampaikan aja apa adanya dengan baik-baik, jangan sewot dan ngamuk | woles aja | kalo temenmu, bosmu baik, dia pasti paham kok
lha gimana kalo temenmu dan sewot lalu kamu dituduh nggak toleran? | kamu tetep aja woles | berarti dia nggak cocok jadi temenmu
lha gimana kalo bosmu ngamuk lalu kamu dipecat? | ya woles aja | cepet atau lambet kamu bakal dipecat juga kalo bosmu model begitu
tapi pengalaman banyak orang lain juga nggak gitu | kadang-kadang orang aja yang terlalu takut hal-hal yang belum terjadi
agamamu itu Islam dan Allah Tuhanmu itu Maha Kaya dan Maha Mampu | kalau kamu sudah senangkan Dia | dunia semua dikasi sama Dia
kamu bisa nggak enak sama manusia padahal dia sama kayak kamu | tapi nggak pernah merasa nggak enak sama Allah pencipta-mu?
toleransi itu pengertian dua belah pihak bukan hanya pengertian satu pihak | kita tahu cara agama dia, dia juga harus tahu cara agama kita
dan kembali lagi tolerasi dalam Islam adalah membiarkan pemeluk agama lain melaksanakan apa yang mereka yakini | kita nggak ikut-ikutan
tapi semua kembali kepada masing-masing sih | bisa aja kamu cari dalil-dalil maksa yang bolehin | ya.. hidup itu pilihan
"lakum dinukum wa liya din" | bagimu agamamu bagiku agamaku | that's tolerance
Sumber: FP Ustad Felix Siauw
Label:
Toleransi Beragama,
Ustad Felix Siauw
Langganan:
Komentar (Atom)
