Allah memerintahkan kita untuk membawa bekal di hari akhir. Sebaik-baiknya bekal adalah TAQWA.
Manusia akan melewati beberapa alam, yaitu:
- Alam ruh
- Alam rahim
- Alam dunia (alam kita sekarang)
- Alam sakaratul maut
- Alam barzah/kubur
- Alam kiamat
- Alam padang mahsyar
- Alam hisab/ perhitungan
- Surga atau Neraka
Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
Taqwa adalah sebuah sikap mental yang didasari oleh iman/keyakinan. Iman/keyakinan bisa menentukan sikap kita, sementara ilmu belum tentu bisa merubah sikap/perilaku kita. Karena ilmu adanya di akal, sementara iman/keyakinan adanya di hati kita. Bila kita mau berubah, maka ilmu harus dimazilkan (dihujamkan) ke hati kita.
Al-Qur'an Surat Al-Baqarah (2) ayat 2-3, yang artinya:
(2) Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (3) (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
Sekarang, bagaimana caranya supaya Al-Qur'an bisa menghujam ke dalam qalbu kita?
(1) Mempelajari dan menghayati Al-Qur'an.
Al-Quran Surat Sad(38) ayat 28-29 yang artinya:
(28) (Yaitu) Al-Qur'an dalam bahasa arab, tidak ada kebengkokan(didalamnya) agar mereka bertakwa. (29) Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan, dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja). Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Tidak sama antara orang yang bertaqwa dengan yang tidak bertaqwa. Al-Qur'an diturunkan kepada orang-orang yang berpikir untuk dipelajari dan dihayati (ditadaburi).
Tadabur berarti mengasah mata hati terhadap makna-makna illahiyah yang terkandung dalan Qur'an dengan memusatkan pikiran dan merenungi agar dapat mengambil pelajaran.
Al-Qur'an diturunkan pada bulan Ramadhan karena pada bulan itu hati manusialebih bersih. Sehingga lebih mudah memazilkan ayat-ayat Qur'an ke dalam qalbu.
Al-Qur'an Surat Fatir (35) ayat 10 yang artinya:
Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kapada-Nya lah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan. Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur
Ketaqwaan adalah hasil dari semua ibadah.
(2) Ibadah mempunyai 2 aspek.
Ada dua aspek yang harus kita perhatikan pada saat kita beribadah.
- Aspek amaliyah (cara)
- Aspek maknawiah (nilai)
Aspek amaliyah: tidak makan, tidak minum dan melakukan hubungan suami-istri sejak imsak hingga magrib. Selama hal-hal tersebut tidak dilakukan maka puasanya sah.
Aspek maknawiah: menahan pandangan, lisan, pendengaran dan hati dari hal-hal yang keji. Bila hal-hal tersebut dilanggar, maka puasa kita tak ada nilainya di sisi Allah. Kita hanya mendapat lapar dan hausnya saja.
Al-Qur'an Surat Ali-Imran (3) ayat 134-135 yang artinya:
(134) (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. (135) dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.
Ciri-ciri orang bertaqwa menurut Al-Qur'an:
- memaafkan,
- menahan amarah,
- bila berbuat dosa, segera mohon ampun serta tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi.

0 komentar:
Posting Komentar