Tampilkan postingan dengan label Ustad Felix Siauw. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustad Felix Siauw. Tampilkan semua postingan
Minggu, 03 Agustus 2014
Kendalikan Amarah, Hidup Akan Lebih Indah
hasil lebih baik bisa kita dapatkan | bila amarah bisa kita kendalikan
"sebaik-baik orang itu yang tidak mudah marah dan cepat memaafkan" (HR Ahmad) | begitu Rasulullah berpesan melalui lisannya nan mulia
amarah itu api yang menyalakan permusuhan, kesombongan dan dendam | tak lagi memandang saudara, ukhuwah, atau sesama Muslim
amarah pasti melepas kendali kita akan pikiran | lalu hilang kekang kita pada lisan dan perbuatan
"orang yang kuat adalah orang yang sanggup mengendalikan hawa nafsunya ketika marah" (HR Muslim) | karena ia menyelamatkan akalnya
bilapun harus marah, janganlah karena diri kita | marah boleh saat aturan Allah dilanggar dan marah atas dosa
dalam riwayat kita tahu Rasulullah tidak pernah marah dalam urusan dunia | beliau baru marah saat aturan Allah dilanggar dan dilalaikan
hanya sedikit masalah yang bisa diselesaikan dengan amarah | namun banyak hal yang bisa diselesaikan dengan memaafkan
"..dan mereka (yang takwa) yaitu yang menahan amarahnya dan memaafkan manusia. Allah menyukai kaum yang berbuat ihsan" (QS 3:134)
kendalikan amarah, hidup akan lebih indah | maafkan manusia, kita yang mulia
Sumber: FP Ustadz Felix Siauw
Label:
Akhlak,
Ustad Felix Siauw
Jumat, 06 Desember 2013
Bagimu agamamu dan bagiku agamaku
toleransi dalam Islam itu "bagimu agamamu dan bagiku agamaku" | bukan dengan mengikuti bahkan meramaikan hari ibadah agama lain
jangan atas nama toleransi malah menggadaikan keyakinan sendiri | membuat aturan yang tak pernah Rasulullah lakukan
alasannya toleransi lantas menggabungkan diri dalam ibadah agama lain | sementara agamanya sendiri malas dan enggan dipelajari
menghormati pemeluk agama lain bukan dengan menggadaikan agama sendiri | banyak cara yang bisa digunakan untuk menghormati mereka
Muslim itu harus punya prinsip dan prinsipnya harus diketahui orang | bila tidak kita akan terus-terusan punya rasa "nggak enak"
"kan nggak enak kalo nggak ngucapin selamat natal" | "kan nggak enak nggak dateng nikahan dia di gereja" | itulah nggak berprinsip =_=
"nggak enak nolak bos suruh pake topi sinterklas" | mereka aja ragu-ragu sinterklas ada, malah kita ikut-ikutan takhayul
jelaskan secara sopan dan lembut prinsip kita | baik itu pada orang Muslim atau non-Muslim | insyaAllah mereka akan memahami
bila diajak mengikuti ibadah agama lain sampaikan dengan baik-baik bahwa itu bukan cara kita | dan sampaikan apresiasi lain kepadanya
"gue kawin besok bro, di gereja, dateng ya" | o.. sori bro, kalo itu gue nggak bisa, maaf ya bro! | besoknya anterin dah kado kerumahnya
"karyawan semua bapak undang ke pesta natal besok di kantor ya!" | wah, maaf pak, saya nggak ikut rayain natal, saya izin ya pak | beres
semakin kita takut dan khawatir nyatain prinsip agama kita | semakin kita nggak nyaman dan "nggak enakan" | akhirnya kita juga jadi korban
sampaikan aja apa adanya dengan baik-baik, jangan sewot dan ngamuk | woles aja | kalo temenmu, bosmu baik, dia pasti paham kok
lha gimana kalo temenmu dan sewot lalu kamu dituduh nggak toleran? | kamu tetep aja woles | berarti dia nggak cocok jadi temenmu
lha gimana kalo bosmu ngamuk lalu kamu dipecat? | ya woles aja | cepet atau lambet kamu bakal dipecat juga kalo bosmu model begitu
tapi pengalaman banyak orang lain juga nggak gitu | kadang-kadang orang aja yang terlalu takut hal-hal yang belum terjadi
agamamu itu Islam dan Allah Tuhanmu itu Maha Kaya dan Maha Mampu | kalau kamu sudah senangkan Dia | dunia semua dikasi sama Dia
kamu bisa nggak enak sama manusia padahal dia sama kayak kamu | tapi nggak pernah merasa nggak enak sama Allah pencipta-mu?
toleransi itu pengertian dua belah pihak bukan hanya pengertian satu pihak | kita tahu cara agama dia, dia juga harus tahu cara agama kita
dan kembali lagi tolerasi dalam Islam adalah membiarkan pemeluk agama lain melaksanakan apa yang mereka yakini | kita nggak ikut-ikutan
tapi semua kembali kepada masing-masing sih | bisa aja kamu cari dalil-dalil maksa yang bolehin | ya.. hidup itu pilihan
"lakum dinukum wa liya din" | bagimu agamamu bagiku agamaku | that's tolerance
Sumber: FP Ustad Felix Siauw
Label:
Toleransi Beragama,
Ustad Felix Siauw
Sabtu, 24 Agustus 2013
Jangan Mencela
"mukmin itu bukan yang suka mencela, bukan pula yang suka melaknat, bukan pula yang keji dan kotor ucapannya" (HR Bukhari) | #remember
"tidaklah seseorang melihat aib saudaranya, lalu dia menutupinya, kecuali dia akan masuk surga" (HR Thabrani) | #remember
nasihat yang didasari kasih sayang itu menenangkan | karena surga Allah itu terlalu luas untuk dinikmati sendirian
yang sesat dan banyak dosa bisa saja taubat memohon ampunan | yang menyesatkan pun bisa saja bertumpuk kesombongan
memberi nasihat bukan agar terlihat hebat | namun supaya sama-sama selamat
tantangan terbesar kita dalam dakwah | boleh jadi berbaik sangka dalam ukhuwah
saat engkau menjelekkan orang lain | sebetulnya dirimu yang sedang engkau hinakan | dan orang lain sedang engkau promosikan
perbedaharaan kata-kata seseorang tersimpan di akalnya | maka akal yang baik hanya menyimpan kata-kata yang baik
"tidaklah kelembutan ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya | dan tidaklah kelembutan itu lepas kecuali akan menjelekkannya" (HR Ahmad)
By Ustadz Felix Siauw
Label:
Akhlak,
Ustad Felix Siauw
Sabtu, 27 Juli 2013
REMINDER
remember | "bila orang mencaci dan mencela aibmu, jangan balas mencelanya dengan aibnya, karena dosanya akan dia tanggung" (HR Abu Dawud)
think | "aku menjamin rumah di teras surga bagi yang menahan diri berdebat walau dia benar.." (HR Abu Dawud)
rethink | "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan.." (QS 8:46)
keep in mind | "janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah" (QS 8.46)
see | "tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berdebat" (HR Tirmidzi, Ahmad)
kurangi debat dan berbantah | lestari taat dan ukhuwah
Oleh Ustad Felix Siauw
Label:
Ustad Felix Siauw
Langganan:
Postingan (Atom)

