Jumat, 28 November 2008

Hal-Hal Yang Menghalangi Qalbu Dalam Memahami Al-Quran

(pengajian dengan ibu Hj. Yulia 21/11/08)

Karunia yang terbesar adalah iman, islam dan ilmu. Dengan ilmu Allah meninggikan derajat orang-orang beriman.

Al-Quran di manzilkan (dihujamkan) ke dalam hati Rasulullah SAW sehingga perilaku beliau itulah Al-Quran. Bila Al-Quran hanya sebatas ilmu pengetahuan, maka tak ada manfaatnya untuk kita. Bahkan ayat-ayat Al-Quran tidak bermanfaat bagi orang-orang yang tidak beriman.

Seperti yang dikatakan dalam Al-Quran SuratYunus (10) ayat 101 yang artinya:
Katakanlah,"Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!"Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman.

Peranan qalbu dalam memahami ayat-ayat Al-Quran sangat penting. Keimanan juga berada di dalam qalbu. Bila dalam qalbu bermasalah maka mereka tidak dapat memahami Al-Quran.

Seperti yang dikatakan dalam Al-Quran Surat Al-Hajj (22) ayat 46 yang artinya:
Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.

Ruh terbagi atas 3 komponen:

---> qalbu
Ruh ---> hawa nafsu
---> aqal


Dalam Qalbu terdapat:
  1. iradah (kehendak Allah)
  2. i'tiqod (keyakinan/iman)
  3. syu'ur (perasaan-perasaan yang berhubungan dengan keimanan)
Dalam Aqal terdapat:
  1. idrak (kemauan)
  2. hayal (daya imajinasi/kreasi)
  3. tafsir (daya analisis/ nalar)

Makanan aqal adalah ilmu, sementara makanan qalbu adalah dzikrullah (mengingat Allah). Bila Al-Quran hanya sebatas ilmu, maka keberadaannya di aqal masih dibawah hawa nafsu. Akibatnya mungkin terjadi penyimpangan-penyimpangan aqal karena dipengaruhi oleh hawa nafsu. Sebaliknya, bila Al-Quran sudah menjadi keimanan, maka keberadaannya di qalbu di atas hawa nafsu. Sehingga hawa nafsu tidak akan mempengaruhi keimanan.
Tapi, bila qalbu bermasalah, maka qalbu tidak akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Apa-apa yang menghalangi qalbu dalam memahami Al-Quran:

1. Tidak ada iman.
Lihat Al-Quran Surat Al-Munafiqun(63) ayat 3, yang artinya:
Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir, maka hati mereka dikunci, sehingga mereka tidak dapat mengerti.

Orang-orang yang tadinya beriman, tapi kemudian kafir, maka qalbunya ditutup sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

2. Sombong/Takabur.
Lihat Al-Quran Surat An-Naml (27) ayat 13-14, yang artinya:
(13) Maka ketika mukjizat-mukjizat Kami yang terang itu sampai kepada mereka, mereka berkata,"Ini sihir yang nyata." (14) Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)-nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

Walaupun seseorang sudah sadar akan sesuatu fakta, tapi mereka tidak mau memahami, disebabkan karena kesombongan.

3. Taklid buta terhadap pendapat nenek moyang mereka.
Lihat Al-Quran Surat Al-Baqarah (2) ayat 170-171, yang artinya:
(170) Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah'" mereka menjawab,"(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya)," Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk. (171) Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti.

Orang-orang yang memilih mengikuti tradisi-tradisi nenek moyang mereka (tradisi yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah) karena meyakini bahwa hal tersebut bermanfaat perumpamaannya adalah seperti binatang. Mereka tidak dapat memahami Al-Quran.

4. Mengikuti Hawa Nafsu.
Lihat Al-Quran Surat Al-A'raf (7) ayat 176, yang artinya:
Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat) nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu, agar mereka berpikir.

Perumpamaan orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya adalah anjing. Apapun yang kita lakukan, anjing akan selalu menjulurkan lidahnya. Mereka mengikuti hawa nafsu yang biasanya membenarkan segala hal, walaupun dengan cara yang batil.

5. Banyak melakukan maksiat.
Dalam hadist dikatakan:
Setiap anak Adam bila melakukan suatu dosa maka akan timbul satu titik hitam dalam qalbunya. Semakin banyak perbuatan dosa maka semakin banyak titik hitamnya. Bila tidak dihapus, lama-lama qalbu akan menjadi hitam.

Lihat dalam Al-Quran Surat Al-Mutafifin (83) ayat 14, yang artinya:
Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itutelah menutupi hati mereka.

Cara untuk membersihkan qalbu adalah dengan bertaubat/istighfar.

6. Ragu-ragu.
Hati yang ragu tidak akan mampu menangkap pesan-pesan dari Allah ketika kebenaran itu datang.
Lihat dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah (2) ayat 147 yang artinya:
Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.

Al-Quran Surat At-Talaq(65) ayat 2-3 yang artinya:
(2) ......Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. (3) Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.

Taqwa berarti mengikuti semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Setelah kita bertaqwa, baru bertawakal dan bergantung kepada Allah. Jangan ragu-ragu, karena Allah melaksankan urusan-Nya. Jangan pernah berburuk sangka kepada Allah.

0 komentar: