Jumat, 07 November 2008

Tauhid Rububiyah

(pengajian dengan Umi Husna 04/07/08)


Tauhid Rububiyah berarti kita meyakini bahwa Allah adalah sebagai al-khalik, ar-rozak, al-malik dan al-mudabbir.


Allah sebagai penguasa atau raja (al-malik)


Dalam Al-Quran Surat Al-Furqan ayat 2
yang artinya:
Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya, dalam kekuasaan(-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.

dan dalam Surat Al-Al-Mu'minun ayat 116, yang artinya:
Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang memiliki) 'Arsy yang mulia.

Berarti Allah sebagai raja yang sebenarnya, yang memiliki kerajaan langit dan bumi, mempunyai kekuasaan yang mutlak. Allah memberikan kekuasaan kepada manusia, tetapi kekuasaan manusia tidak mutlak. Di hari akhir nanti manusia akan dimintai pertanggunganjawab atas kekuasaan yang diberikan.

Dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 26 tertulis
yang artinya:
Katakanlah (Muhammad),"Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapapun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki.Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

Manusia sebagai pemimpin dan yang diberi kekuasaan harus mempertanggung-jawabkan tindakan-tindakannya kepada Allah. Kekuasaan manusia hanya bersifat sementara saja, karena semua yang ada di dunia pada akhirnya akan musnah.

Allah memerintahkan khalifah di bumi untuk berhukum dengan syariat Islam. Karena hukum yang dibuat manusia biasanya lemah dan mengikuti hawa nafsu manusia saja.

Pemimpin yang baik dalam Islam adalah yang:
  • melaksanakan sholat,
  • menunaikan zakat,
  • amar ma'ruf,
  • nahi munkar.
Dalam Al-Quran Surat Al-Hajj ayat 41 tertulis
yang artinya:
(Yaitu) orang-orang yang jika Kami berikan kedudukan di bumi, mereka melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.

Allah sebagai pengatur segala urusan (al-mudabbir)

Allah sebagai pencipta sekaligus pengatur alam semesta. Dalam Quran Surat Ar-Rad ayat 2 tertulis, yang artinya:
Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu.

Allah yang mengatur semua urusan kita (manusia) serta semua benda atau makhluk lain yang ada di alam semesta ini. Bila sampai sekarang negara kita belum bisa bangkit dari keterpurukan, mungkin karena masih banyak umat Islam di negara kita (termasuk para pimpinannya) yang masih mendustakan ayat-ayat Allah, masih bermaksiat kepada Allah. Sehingga Allah tidak mau melimpahkan berkah kepada kita.

Ini tertulis dalam Quran Surat Al-A'raf ayat 96, yang artinya:
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan.

Allah memuliakan para pemimpin yang bertakwa dan amanah, dan menjanjikan pahala yang setimpal dengan amal perbuatan mereka.

Ini tertulis dalam Quran Surat An-Nur ayat 55, yang artinya:
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

0 komentar: