Tampilkan postingan dengan label Khalifah Umar bin Khattab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khalifah Umar bin Khattab. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Agustus 2013

Hanya Orang Mulia Yang Memuliakan Wanita



teladan Umar untuk memuliakan wanita :D
#2ndKhalifah Umar bin Khattab

-Hanya Orang Mulia yang Memuliakan Wanita-

1. Umar bin Khattab, nama yang jika didengar saja oleh sahabatnya akan disegani dan jika didengar saja oleh musuhnya akan langsung ditakuti

2. tapi walau bagaimanapun dia tetap adalah seorang suami

3. saat itu seorang laki laki tergesa gesa mendatangi rumah Khalifah Umar

4. tampak rautan kesal diwajahnya | dan nafasnya juga memburu seiring langkahnya yang semakin cepat

5. laki-laki ini ingin segera melaporkan tingkah istrinya pada khalifah yang menurutnya sangat tidak pantas dilakukan seorang istri kepada suami

6. ia sudah tidah tahan karna kecerewatan istrinya dan selalu meninggikan suara kepadanya | dan iapun ingin mengadukannya pada Khalifah

7. hampir mendekati rumah Umar | langkahnya tertahan | dan dari kejauhan dia bisa mendengar percakapan antara Umar dan istrinya

8. sayup sayup ia mendengar suara Istri Umar terdengar lebih tinggi dari suara Amirul Mukminin

9. dan ketika menuju pintu rumah Umar | percakapan antara suami istri itu pun semakin jelas

10. ternyata benar, saat itu dalam percakapannya | suara istri Umar meninggi dan suara Khalifah terdengar melunak

11. riwayat lain mengatakan bahwa Umar sedang diomeli oleh istrinya dan Khalifah hanya diam mendengarkan saja

12. niat laki-laki tadi yang hendak mengetuk pintu Khalifah surut | dan diapun memutuskan untuk kembali pulang

13. ia malu terhadap dirinya jika hendak melaporkan sikap istrinya yang juga sedang dialami seorang khalifah

14. beberapa langkah dia berjalan | pintu rumah Umar terbuka dan keluarlah Umar

15. Umar melihat si laki-laki tadi dan berkata "bisa jadi engkau kemari karena ada suatu keperluan"

16. mendengar pertanyaan Khalifah yang suaranya lantang | si laki-laki tadi pun berbalik dan menjawab "benar wahai Amirul Mukminin"

17. "lalu mengapa engkau berbalik pulang ?" lanjut Umar tanpa senyuman

18. si suami tadi pun menjawab dan menjelaskan perihal kedatangannya kepada Khalifah

19. "aku datang kepadamu hendak melaporkan istriku yang meninggikan suaranya kepadaku.."

20. agak ragu, si suami tadi melanjutkan "lalu aku juga mendengar istrimu juga meninggikan suaranya kepadamu.., maka akupun memutuskan pulang"

21. mendengar penuturaannya, Umar dengan merendahkan suaranya agar tidak didengar oleh istrinya berkata kepada si laki-laki tadi

22. "dia telah susah payah mengandung keturunanku, juga mencucikan pakaianku, membentangkan tempat tidur untukku, lalu mendidik anak2ku"

23. "susah payah dia melakukan semuanya itu, dan dia membaniku nasib baik yang harus aku tanggung jika ia meninggikan suaranya",


By Ustadz Felix Siauw

Ancaman Sang Khalifah




kita menanti pemimpin yang berjiwa selayaknya Umar, kisah yang mengharukan, membangun dan menginspirasi | sila di-share..

#2ndKhalifah Umar bin Khattab
-Ancaman Sang Khalifah-

1. di lingkungan dan dimata sahabat2nya, mereka sepakat bahwa Umar, adalah sosok yg paling tegas lagi keras apalagi dalam urusan agama

2. hal itu juga yg menggelisahkan sebagian sahabat2 dan masyarakat ketika Umar diangkat menjadi Khalifah menggantikan Abu Bakar #1stKhalifah

3. kekhawatiran yang bahkan menjadi ketakutan bagi umat muslim saat itu

4. memang, khalifah sebelumnya Abu Bakar #1stKhalifah adalah khalifah yang terlihat lebih penyayang dan lebih lembut dibandingkan Umar

5. ketika Abu Bakar #1stKhalifah sewaktu menjadi Khalifah ketika sedang berjalan2, maka anak-anak akan bersuka cita berlarian ke arahnya

6. seraya kemudian memeluk sosok Abu Bakar yang kurus itu, bahkan hingga memanggil beliau "wahai ayahku.., wahai ayahku.."

7. namun Umar al Faruq #2ndkhalifah | ketika sedang berjalan2, maka baik orang dewasa maupun orang tua pun enggan berdekatan dengannya

8. pernah suatu ketika | Umar sedang berjalan-jalan di keramaian kota Madinah | firasat Umar mengatakan ada yang membuntutinya dari belakang

9. seketika itu juga dia menoleh dan menatap kebelakang| dan mendapati 2 orang sahabatnya yang diam tak mampu bergerak karna saking takutnya

10. itulah yang terjadi di minggu-minggu awal masa kekhalifahan Umar bin Khattab

11. namun dia Umar menyadari hal ini, dan sangat memahaminya

12. dan ia pun bangkit dan berkhutbah dihadapan umat | yang menampakkan bahwa betapa dalamnya pemahamannya terhadap agama yang dicintainya

13. dan berapa dalamnya ia mencinat umatnya | beberapa diantara isi khutbah beliau saat itu;

14. "wahai sekalian manuisa, telah sampai kepadaku bahwa kalian merasa takut kepadaku, maka dengarkanlah apa yang kukatakan..

15. saat bersama Rasulullah, aku adalah budak dan pelayannya | Rasulullah adalah orang yang paling lembut dan paling halus..

16. maka kukatakan, aku letakkan sifat kerasku pada kelembutan Nabi | hingga aku menjadi pedang yang terhunus dihadapan beliau..

17. jika beliau Rasulullah berkehendak, maka beliau akan menyarungkanku | dan jika beliau berkehendak beliau akan membiarkanku..

18. kemudian aku akan melakukan apa yang beliau Rasulullah inginkan..

19. selama bersama beliau Rasulullah, aku tetap berniat begitu

20. hingga Allah mewafatkan beliau dan beliau Ridha terhadapku"

21. kemudian diangkatlah Abu Bakar | dan aku yg menjadi pelayan dan pembantunya | dia Abu Bakar adalah sosok yang lembut seperti Rasulullah

22. sifat kerasku kucampurkan dengan sifat lembutnya, aku sengaja akan hal ini | dan kujadikan diriku pedang yang terhunus dihadapannya..

23. jika ia berkendak, ia akan menyarungkanku | dan jika ia berkehendak, ia akan membiarkanku berlalu..

24. aku tetap membersamainya..

25. hingga Allah mewafatkannya, sedangkan ia Ridha terhadapku"

26. [hingga Umar menceritakan ini | suasana mengharu biru | tangis membasahi setap pipi sahabat yg merindu sosok Rasulullah dan Abu Bakar]

27. [lalu Umar, sang Khalifah melanjutkan khutbahnya]

28. "dan sekarang, akulah yang menjadi pemimpin bagi kalian..

29. maka ketahuilah bahwa sifat keras ini telah aku lemahkan | kecuali, terhadap orang-orang yang melampaui batas dan berbuat zalim

30. akan aku tampakkan kekerasan ini!!! | dan tidak akan kubiarkan orang-orang berbuat zalim memiliki kesempatan!!!"

31. [pada saat itu semua mata kembali tertuju pada Umar bin Khattab | mendengar suara Umar yang lantang hingga sampai keluar Masjid]

32. "demi Allah, sungguh.. jika salah seorang yang berbuat zalim berbuat melampaui batas terhadap orang-orang yang berbuat keadilan..

33. dan melampaui batas terhadap orang-orang yang beragama..

34. niscaya akan aku letakkan pipinya ke tanah!!!

35. dan kuletakkan kakiku diatas pipinya!!!

36. hingga aku mengambil hak darinya!"

37. "namun begitu pula halnya untukku..

38. akan kuletakkan pipiku ke tanah kepada orang-orang yang menjaga kehormatan dan agama

39. hingga mereka meletakkan kaki kaki mereka diatas pipiku | sebagai wujud kasih sayang dan kelembutan terhadap mereka"

40. [Umar bin Khattab melanjutkan]

41. "sesungguhnya.. kalian memiliki beberapa urusan yang akan kuberikan, sebagai syarat terhadap kalian!!

42. pertama!, selamanya aku tidak akan pernah mengambil harta kalian | tidak untukku apalagi maupun untuk keluargaku

43. kedua!, aku akan mengembangkan harta dan menambah rezeki untuk kalian

44. ketiga!, aku tidak akan berlebihan dalam mengirim kalian untuk berperang

45. yang jika aku mengirim kalian | maka aku pastikan bahwa akulah yang akan menjadi penanggung keluarganya

46. dan ada satu hal lagi, perkara keempat yang harus kalian semua lakukan untukku..!!

47. [saat itu tampak raut wajah paling serius dari sosok Umar bin Khattab | pandangan yang tajam yang sedang menatap umatnya..]

48. "yaitu, jika kalian tidak memerintahkanku kepada kebaikan | dan mencegahku dari kemungkaran kemudian menasihatiku..

49. sungguh aku akan mengadukan kalian kepada Allah Azza wa Jalla pada hari kiamat kelak".

50. [sejurus kemudian, teriakan takbir yang bercampur dengan genangan air mata menggema dari semua lisan yang mendengarkan]

51. takbir tanda cinta umat kepada sang khalifah, Umar bin Khattab


By Ustadz Felix Siauw