Selasa, 28 Januari 2014

( HIKMAH ) MENGAPA DIKALA RIZKI SEDIKIT ALLAH SWT JUSTRU PERINTAHKAN KITA BERSEDEKAH DALAM AL QUR'AN ?





Sedekah di saat lapang merupakan hal biasa, meski banyak juga yang enggan melakukannya. Sedekah di saat sempit…itu baru luar biasa. Mampukah kita melakukan sedekah di saat sempit…? Hanya orang-orang yang diberi keteguhan iman yang kuat yang mampu melakukannya. Semoga kita termasuk di dalamnya.

Pernahkah kita mengalami pada suatu saat dimintai sumbangan untuk keperluan umat, dan pada saat itu kita hanya memberikan uang ala kadarnya, yang penting sudah nyumbang.
Padahal uang yang dikeluarkan untuk sedekah itu tidak seberapa jumlahnya dibandingkan uang yang kita keluarkan untuk hura-hura, kumpul dengan teman makan di restoran, beli baju mewah di mall ekslusif, beli sepatu bermerk dari luar negeri, beli parfum dengan harga ratusan ribu rupiah.

Pernahkan kita merenungkan hal ini? Betapa beratnya kita mengeluarkan uang banyak untuk bersedekah dan betapa ringannya kita menghambur-hamburkan uang hanya untuk hal-hal yang sifatnya komsumtif dan duniawi semata.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal.” (QS Ali Imron: 133-136).

Anjuran mulia dari Allah swt ini bermakna, bahwa dalam kondisi sesulit apapun, manusia masih bisa memberikan sesuatu di jalan Allah. Meski cuma sedikit, yang terpenting adalah pemberian itu diberikan dengan keikhlasan dan hanya mengharap ridho ilahi. Namun terkadang, kita sangat sulit memberikan sedikit apa yang kita punya dalam kondisi lapang, apalagi dalam kondisi sempit dengan berbagai pertimbangan.

( Dikala rizki sedikit Allah suruh bersedekah )

Dan orang yang berkesempitan rizki, Allah sendiri yang memerintahkan agar bersedekah

"..Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS At Thalaq : 7)

Makna rizki sedikit tidak hanya kekurangan duit namun ketika sakit, jodoh sulit, kemalasan untuk bangkit, turun iman jadi sholat sunnahnya sedikit, karena semangat, kesehatan, anak itu juga merupakan rizki. Dikala kurang ayat diatas suruh kita bersedekah.

Rasulullah saw pun mengingatkan kita untuk jangan segan bersedekah, meski hanya berkemampuan dengan sebutir kurma. Ketika bangkrut mampunya sebutir kurma maka sedekahlah.

Bukan artinya disaat kita lagi kaya harta lalu sedekah sebutir kurma, ini tidak pernah dicontohkan Nabi dan shahabat. Maka pengamalan hendaknya meniru mereka jangan berpendapat sendiri. Maksudnya disini ialah kemampuannya.

“Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma.” (HR Muttafaq alaih).

Semoga kita senantiasa menjadi umat yang selalu ingat bersedekah baik dalam kondisi lapang maupun sulit. Jika kita sudah tidak memiliki apapun untuk diberikan, bersedekahlah dengan doa. Sesungguhnya Allah swt senantiasa memberi kemudahan bagi kita untuk beramal shalih dengan keikhalasan dan hanya berharap ridho darinya.

Sumber: FP Yusuf Mansyur Network

Minggu, 19 Januari 2014

RENUNGAN TENTANG ANAK


1. Anak2mu bukan pilihanmu, mrk menjadi anak2mu, bukan krn

keinginan mrk, tetapi krn Takdir Alloh. (QS.28:68,42: 49-50).



2. Krn apa yg Alloh takdirkan utkmu, mk itulah amanah yg hrs

ditunaikan. (QS.8:27-28).



3. Org tualah yg ingin memiliki anak & keinginanmu adlh

janjimu kpd Alloh. Mk tepatilah janjimu krn akan Alloh minta pertanggung

jawabannya. (QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24).



4. Alloh tdk membebanimu melampaui kemampuanmu, mk

bersungguh2lah. (QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78).



5. Alloh tdk mewajibkanmu membentuk anak2mu mahir dlm segala

hal, tetapi Alloh mewajibkanmu membentuk anak2 yg sholeh/sholehah. (QS.21:105).



6. Jangan berharap kebaikan dr anak2mu, bila tdk mendidik mrk

menjadi anak2 yg shalih. (QS.11:46, QS. 19:59).



7. Jangan berharap banyak pd anak2mu, bila kamu tdk mendidik

mrk sebagaimana mestinya. (QS.17:24).



8. Didiklah anak-anakmu sesuai Fitrahnya. (QS.30:30).



9. Janganlah menginginkan anak2mu sbg anak2 yg shalih sebelum

engkau menjadi shalih lebih dahulu.



10. Janganlah menuntut hakmu dari anak2mu, sebelum engkau

memberi hak anak-anakmu.



11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak2mu, sampai engkau

memenuhi hak2 Alloh atasmu. (QS. 2:83, QS. 4:36, QS 6:151,

QS. 17: 23-24).



12. Berbuat baiklah pd anak2mu, bahkan sebelum mrk diciptakan.



13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu

mendidik, tetapi bersungguh2lah dlm mendidik. (QS.11:93).



14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian

memisahkanmu.(QS.15:99).



Smg anak2 & keturunan kita menjadi anak2 & keturunan yg sholeh/sholehah, aamiin ya Robbal 'allamiin.



رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ "Ya Tuhanku, berilah aku anak yang termasuk orang-orang yang sholeh." (QS. As-Saffaat : 100)

Sumber: Note seorang teman... :)