Kamis, 14 November 2013

THIS TOO, SHALL PASS (DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU)



Ada seorang raja yang terkenal dengan kebijaksanaannya...

Pada suatu ketika, sang raja meminta kepada tukang emasnya yang sudah tua renta untuk menuliskan sesuatu di dlm cincinnya.

Raja berpesan, “Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman & perjalanan hidupmu, supaya itupun bisa menjadi pelajaran untuk hidup saya”

Berbulan-bulan si tukang emas yang tua itu membuat cincinnya, lalu lebih sulitnya menuliskan apa yang penting di cincin emas yang kecil itu.

Akhirnya setelah berdoa & berpuasa, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada sang raja, lalu dengan tersenyum, sang raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya,“THIS TOO, SHALL PASS”(“DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU”).

Awalnya sang raja tidak terlalu paham dengan apa yg tertulis di sana. Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan kerajaan yg pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu maka ia pun menjadi lebih tenang, “Dan inipun akan berlalu.”.

Dan tatkala ia sedang ber-senang2, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas ia menjadi rendah hati kembali.

" Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap". (Q.S Al-Insyiroh)


Sumber: FP Rumah Yatim Indonesia

Keutamaan Puasa di Bulan Muharram



Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Seutama-utama puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) bulan Allah, Muharram, dan seutama-utama shalat setelah (shalat) fardhu adalah shalat Lail.” [Diriwayatkan oleh Muslim]

* Puasa hari ‘Âsyûrâ

Dari Abu Qatadah radhiyallâhu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa hari ‘Âsyûrâ. Beliau menjawab,

يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ

“(Puasa tersebut) menghapuskan (dosa) tahun yang telah berlalu.” [Diriwayatkan oleh Muslim]

* Puasa Tasu'a

Dari Ibnu Abbas – radhiyallahu ‘anhuma – beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابلٍ لأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

“Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan (dari bln muharram)” (HR. Muslim)

Tahun ini puasa Tasu'a insya Allah akan jatuh pada hari Rabu, 9 Muharram/13 November 2013.

Dan puasa 'Asyura insya Allah akan jatuh pada hari Kamis, 10 Muharram/14 November 2013.


Sumber: FP Wisata Hati Ustadz Yusuf Mansyur

JAGA 7 SUNNAH RASULULLAH SAW



Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi (rindukan?) mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

1. Tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajudnya.

2. Membaca Al-Qur'an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

3. Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu Subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin, tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

4. Jaga shalat Dhuha, karena kunci rezeki terletak pada shalat Dhuha.

5. Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

6. Jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, "Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah."

7. Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Zikir adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berzikir pula, oleh kerana itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya. Zikir juga merupakan makanan rohani yang paling bergizi, dan dengan zikir berbagai kejahatan dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme.

Semoga bisa diamalkan. Aamiin.

Sumber: FP Wisata Hati Ustadz Yusuf Mansyur