Sabtu, 03 Agustus 2013

BERKARYA UNTUK GENERASI KITA



Alkisah, penguasa Persia Kisra Anusyirwan melewati seorang petani tua yang sedang menanam benih pohon yang takkan berbuah kecuali Setelah bertahun-tahun. Boleh jadi, petani itu telah meninggal dunia sebelum pohon itu berbuah.

“Mengapa kau menanam pohon yang buahnya boleh jadi takkan kaunikmati?” tanya Kisra, Bukankah itu sia-sia saja buatmu?!”

Petani itu dengan bijak berkata, “Orang-orang yang hidup sebelum kita telah menanam benih-benih pohon, lalu kitalah yang menikmati buahnya. Dan mereka tak menyesali itu. Sebab itulah kita pun harus menanam pepohonan sebagaimana mereka, agar orang-orang setelah kita dapat menikmati buahnya.”

Jadilah kita LENTERA penerang jalan. Janganlah kita pencaci kegelapan, tapi nyalakanlah Lentera. Jika masih gelap, nyalakan satu Lentera lagi. Jika perbagai krisis membelit, badai gelombang makin mengadang, angin menghantam kencang, semua sisi penuh tekanan, maka Lentera ketulusan beramal sholeh dan kesabaranlah yang menjaga kita agar tidak tersandung dan terjatuh.

Janganlah kita seperti orang yang menemukan duri di tengah jalan tetapi tidak mau menyingkirkannya. Hanya memaki sana dan sini, mencela ini dan itu.

Ketulusan dan kemampuan melakukan sesuatu adalah energi yang hanya dimiliki oleh orang yang menyadari punya masa depan. Ia mampu mengubah mimpi-mimpi menjadi kenyataan, imajinasi menjadi realitas.

Hidup ini adalah kesempatan berkarya untuk siapa saja. Momen memberikan manfaat sebanyak mungkin kepada orang lain. Saat-saat bercocok-tanam yang suatu saat nanti akan diketam. Dunia adalah ladang untuk akhirat kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). (Al-Hasyr: 18)

Muslim sejati harus VISIONER, berpandangan jauh ke depan. Merelakan yang fana demi yang abadi. Berinvestasi secara cermat dan tepat. Melakukan sebanyak mungkin kebaikan yang bermanfaat bagi kehidupan akhirat

Sebagaimana Rasulullah berpesan, “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang senantiasa dapat diharapkan kebaikannya dan orang lain merasa aman dari keburukan perbuatannya. Dan seburuk-buruk orang di antara kalian adalah orang yang tidak dapat diharapkan kebaikannya dan orang lain tidak merasa aman dari keburukan perbuatannya,” (HR Al-Tirmidzi).

Jika hingga saat ini kita belum mampu berkarya sendiri buat GENERASI kita, adalah sebuah keputusan yang tepat kalau kita ikut serta berpartisipasi bersama orang atau Lembaga yang sedang sibuk mengurus dan membangun GENERASI Pelanjut Amal Sholeh kita, sekecil apapun kita terlibat hakekatnya adalah untuk Kesuksesan Masa Depan kita sendiri.

By : MOTIVATOR IDEOLOGIS, WhatsApp 087885554556 = JALUR CURHAT TANPA BATAS
-----------------------------------
MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH bersama http://www.rumah-yatim-indonesia.org

0 komentar: